Pages

Senin, 20 Januari 2014

Tip Menulis Darwis Tere Liye

poster ini aku dapat dari twitter
 
Hippocampus Fakultas Kedokteran UNLAM mengadakan seminar menulis. Yang jadi narasumbernya adalah Darwis Tere Liye. Tapi seminar itu tanggal 15 Desember 2013 lalu. Aku menulis ini bukan hendak menceritakan secara detail bagaimana pengalamanku selama mengikutinya. Tapi ini, aku mau menyampaikan ulang tip menulis dari Darwis Tere Liye. Mudah-mudahan bermanfaat, dan dimanfaatkan.

SATU

Topik tulisan bisa apa saja, tapi penulis yang baik selalu punya sudut pandang spesial.

Apa saja bisa dijadikan tulisan. Kejadian apa saja, benda, warna, atau apa saja.

Waktu itu Darwis Tere Liye mencontohkan yang menjadi topik adalah kata ‘hitam’.
Hitam adalah warna. Hitam adalah kegelapan.
Tulisan tentang hitam di atas biasa saja. Tidak spesial atau unik. Semua orang juga tahu hitam itu sebuah warna dan gelap. Nah, bagaimana kalau begini:
Hitam selalu datang terlambat. Ke sekolah terlambat. Ke bioskop terlambat. Mendatangi janji juga terlambat. Itulah alasannya kenapa Mejikuhibiniu meninggalkan hitam.


 DUA

Menulis membutuhkan amunisi, tidak punya amunisi tidak akan pernah menjadi tulisan.

Amunisi itu berupa pengetahuan tentang apa yang ditulis. Ia didapat dari banyak membaca dan pengalaman hidup.



 TIGA

Kalimat pertama itu mudah, gaya bahasa itu kebiasaan, menyelesaikannya lebih gampang lagi.


Untuk membuat kalimat pertama pada saat memulai tulisan itu gampang. Tinggal tulis saja. Toh, nanti bisa diedit. Gaya bahasa itu muncul dari sering menulis. Dan bila dalam menulis cerita menemui kebuntuan, selesaikan saja. Kalau mau, biarkan saja cerita itu berakhir mengambang. Itu tidak apa-apa.


EMPAT

Alah bisa karena terbiasa.

Ini tidak perlu kutulisakan lagi penjelasannya. Sudah mengerti kan?


Penjelasan dari poin-poin di atas tidak persis seperti apa yang disampaikan Darwis Tere Liye. Aku bukan pengingat yang hebat. Tetapi, intinya begitu.

Aku mengusahakan setelah ini tidak mengikuti seminar menulis lagi. Kecuali gratis, atau tiketnya murah. Nah, kalau pembicaranya Pidi Baiq aku ikut!


Maulana Usaid
19 Januari 2014

3 komentar:

  1. Balasan
    1. wah, sudah lama tidak bercakap.
      kebetulan sekali pagi tadi sebelum posting ini baca tentang Avicenna dulu. :)

      Hapus
  2. Yang ketiga bener banget. Biasanya dijadikan alasan oleh orang-orang karena ingin mendapatkan yang sempurna di tulisan pertama. Mereka seringkali lupa kalau punya teman bernama 'mengedit'

    BalasHapus

Komentar-komentar