Rabu, 22 Juli 2026

Saya Lawan!

Persoalan ini acap kali terjadi ketika menidurkan Salman. Dia ogah-ogahan. Masih ingin nonton lah. Masih ingin main lah. Masih ingin baca buku lah. 

Sudah satu setengah dot susu dia tandaskan, kalau belum terlalu mengantuk dia akan meminta dot yang ketiga. Tentu saja akan saya tolak, untuk menghindari dia mengompol saat tidur. Saya suruh dia membaca doa sebelum tidur dengan 3 kali pengucapan: 1) Bismika; 2) allahumma ahya; 3) wa bismika amut. 


Setelah baca doa alih-alih memejamkan mata, dia bergerak menindihi tubuh saya. Dia masih ingin bermain. Saya akan meladeninya bergulat. Saya gelitiki pinggangnya seraya mengeluarkan kata 'cukurukuk'. Ketika menggelitiki ketiaknya saya berkata 'kuruk-kuruk', begitu pun bila saya menggelitiki lehernya. Salman akan terbahak serta berusaha menghindari gelitikan saya sampai terlepas. Bila sudah terlepas dia kembali menindihi saya. Begitu terus berulang-ulang hingga dia ngos-ngosan. 


Saya tahu dia masih ingin bermain dengan abahnya di waktu yang sedikit ini. Saya pun juga. Saya jadi dilema. Tapi malam semakin larut. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Saya harus segera membuatnya tidur demi besoknya mudah dibangunkan. 


Bila sudah begitu saya akan berpura-pura tidur dengan mengintip sedikit supaya tahu apa yang dia lakukan. Kadang dia masih menindihi saya. Kadang juga dia melamun melihat ke plafon kamar. Kadang juga dia mengejam dengan pelipis matanya bergetar lalu melek lagi.


Malam lalu setelah minum susu dan baca doa dia bergerak membelakangi saya. Saya lega. Karena setelah dia tertidur pulas saya akan bangkit menuju dapur untuk mengeluarkan cucian pakaian dari mesin cuci ke jemuran. Kemudian melipat pakaian yang sudah menumpuk di kamar sebelah. Atau mengerjakan proyek rumahan lainnya. 


Tiba-tiba dia berkata,"Tolong garukkan belakang Salman, gatal."


Saya lantas menggaruki punggungnya hingga gatalnya hilang dan dia tertidur pulas. Tahu-tahu jam di dinding sudah pukul setengah 5 subuh. Suara mengaji dari toa musala sebelah rumah sudah terdengar. Saya tertidur lagi untuk yang kesekian kali saat menidurkan Salman. 


Pakaian kering terus menumpuk. Buku-buku yang dibeli tidak terbaca. Lantai rumah berdebu. Saya tidak bisa terus-terusan diam. Tapi sore tadi saya sudah minum es kopi leci. Malam ini saya sampaikan: Saya akan lawan!