Rabu, 07 Oktober 2026

Perasaan Macam Apa Ini

Hari ini Salman mulai PTM lagi, yaitu Pembelajaran Tatap Muka. Hari rabu jadwalnya pakai seragam olahraga yang baru dicuci malam tadi. Untungnya saat subuh sudah kering setelah semalaman saya jemur di bawah plafon alias di dalam rumah. 

Saya tidak sempat membuatkan Salman bekal karena bangun jam 5-an. Sebenarnya saya sudah bangun jam 3 tapi karena masih lelah dan ngantuk, saya terlelap lagi. 


Sebelum mengantar ke sekolah, kami ke warung terlebih dahulu beli pundut nasi, mi goreng, dan nugget buat bekal Salman. Kami juga ke indomaret beli sikat gigi sepaket dengan odol Kodomo, susu UHT Bebelac, dan Yupi Gummy Breakfast. 


Sesampainya di sekolahan kami bertemu dengan Kepala Sekolah sedang menyapu pasir dan debu di depan ruangannya. Salman langsung melapor kepada Kepsek kalau dia membeli yupi berukuran besar. 


Sebentar kemudian temannya, Efano, berlari menuju Salman sambil berteriak, "Salman! Salman! Salman!"


"Ada tikus, Salman! Ada tikus, Salman!" Lanjut Efano ketika dia sudah tepat di hadapan Salman. 


Di saat bersamaan saya mencium tangan Kepsek. Lalu dia memanggilkan Salman untuk saya. Karena mungkin Salman tidak mendengar ketika saya bilang dadah kepadanya. Setelah mendapat balasan dadah dari Salman saya mengucap salam kepada Salman dan Kepsek lalu berangkat kerja. 


Malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Bau kabut asap menyengat. Lumayan mengganggu pernapasan. Namun ada yang berbeda. Bunyi pergerakan jarum jam dinding terdengar lebih nyaring. 


Saya sendirian di rumah. Tidak ada pertanyaan-pertanyaan dan ocehan-ocehan Salman. Tidak nyanyian abata itala, nyanyian ninja hatori, maupun pertanyaan 'Itu kenapa, Bah?'. Tidak ada yang saya bacakan 3 buku sebelum tidur. Dia bermalam di rumah Kepsek yang adalah Omanya. Ah, kalau begini saya jadi sedikit sentimental.