Sudah lama saya tidak berlari. Terakhir kali saya berlari adalah tahun lalu, 5 Desember 2025. Kangen juga merasakan sensasi runner's high karena adanya lonjakan hormon endorfin dan endokanabinoid setelah berlari.
Belakangan ini kepala saya dipenuhi pikiran-pikiran soal pekerjaan dan soal kehidupan. Hobi saya memang merenung, itu yang saya tulis di Daftar Riwayat Hidup terbaru saya. Saya perlu melakukan sesuatu untuk melepaskan apa-apa yang menjejali kepala saya atau bahasa kerennya adalah stress release.
Kemudian di akhir Juni lalu saya putuskan mulai berlari lagi. Saya jadwalkan setiap selasa sehabis jam kerja. Seminggu sekali saya rasa cukup untuk saat ini.
Dua minggu pertama saya berlari 5 km seperti yang biasa pernah saya lakukan dulu. Di minggu ketiga saya rasa saya masih sanggup berlari lebih jauh. Terbukti dengan kaki saya yang terus melangkah hingga 6 km.
Di minggu keempat saya menambah jarak lagi hingga 8 km. Hari ini atau minggu kelima saya menargetkan harus bisa 10 km. Meski minggu lalu hidung saya agak mampet dan sedikit beringus setelah berlari 7 km.
Hari ini, setelah kilometer kedelapan kaki saya mulai agak kebas. Tapi kata-kata favorit saya dari Pak Joko Widodo terus memotivasi saya. Saya masih sanggup. Saya masih sanggup. Saya masih sanggup. Dan ketika dua ratus meteran lagi sampai 10 km saya hampir menyerah. Kaki saya sudah berat untuk diangkat. Lagi-lagi kata-kata 'Saya masih sanggup' terngiang di kepala saya. Saya paksakan untuk terus lanjut sampai target yang sudah saya tetapkan.
Betapa senangnya saya ketika bisa berlari 10 km. Saya yang waktu sekolah dulu lemah dalam pelajaran olahraga lari, tetapi hari ini bisa berlari sejauh itu. Saya langsung melakukan panggilan video via whatsapp kepada istri saya untuk memberitahu pencapaian saya ini. Meski saya tahu tanggapannya mungkin akan terkesan biasa saja. Hahaha.
Malam ini, selepas menjemput Salman dari rumah Omanya kami pergi Threelight Cakes. Merayakan 10K dengan memakan gelato bersama Salman. Karena mamanya masih di Rantau.