Rabu, 01 Juli 2026

Denting yang Berbunyi

Malam ini saya pulang ke rumah dengan perasaan yang ganjil. Singgah ke warung makan mi bancir dan minum air putih hangat hanya lima belas menit. 

Sepanjang jalan saya hanya diam. Begitu sampai rumah, saya segera masuk. Kemudian: menyimpan sepatu ke dalam rak, menyalakan AC, menaruh tas di samping meja, melepaskan pakaian kerja, dan masuk ke dalam kamar. Semuanya saya lakukan kurang dari lima menit. 

Saya sendirian. Tidak ada Salman yang ogah-ogahan turun dari motor. Tidak ada dia yang saya suruh ke dapur untuk pipis dan cuci kaki. Tidak ada suara kartun dari hp yang menempel di dinding. Tidak ada dia yang saya suruh pipis dan gosok gigi sebelum tidur. Tidak ada juga dia yang saya buatkan dodot 2 kali sebelum bobok. Tidak ada dia yang saya marahi bila sedang menyebalkan. 

Ini kali kedua Salman bermalam di rumah Omanya. Pertama, ketika saya pergi ke luar daerah pekan lalu untuk urusan pekerjaan. Malam ini, dia tidak mau saya ajak pulang ketika kartun Entong jeda iklan. Bermalam, katanya, setelah ditanya apakah ingin bermalam saja. 

Denting jam dinding di kamar menjadi lebih nyaring daripada biasanya. Duh, saya lihat bulan bundar di langit sana seperti berkabut. Besok, tidak ada orang lain yang saya harus bangunkan berkali-kali, kecuali diri saya sendiri.