Ketika susu Salman bercampur Lacto-B, dia melontarkan pertanyaan kocak, "Kenapa dengan susu keluarga kita? Rasanya aneh."
Hari ini sudah berkali-kali Salman berak. Mungkin empat, atau lima. Lepas magrib saya keluar rumah beli Lacto-B di apotek seberang kompleks. Untuk mengatasi beraknya yang tidak normal. Makin mahal saja, sekarang harganya sepuluh ribu lima ratus per bungkus. Saya beli empat bungkus.
Seperti biasa, Lacto-B saya campurkan ke dalam susunya. Susu tersisa sedikit lagi, Salman berkomentar aneh. Mungkin karena saya kurang banyak menuang susunya, sehingga rasa Lacto-B lebih dominan.
Salman juga batuk. Tenggorokan Salman gatal, katanya. Untungnya dia senang minum air campur madu dan sari lemon. Untungnya juga hari ini dia sangat kooperatif ketika minum obat flu dan batuk, obat muntah, dan obat zinc.
Badan Salman juga demam. Ketika diukur dengan termometer, suhunya 38,1. Mungkin lebih tinggi lagi jika dia betah menjepit termometer di ketiak. Salman diurut dengan nini urut langganan. Bahu kanannya 𝘵𝘢𝘴𝘪𝘭𝘢𝘩𝘶. Badannya masih demam, tapi suhunya turun setelah minum obat.
Waktu sehat saja Salman kadang suka mengeluarkan kalimat aneh. Apalagi saat demam seperti ini. Saya dan mamanya tertawa mendengar celotehannya. Sehatlah Salman. Sehatlah anak-anak lain yang juga sedang sakit. Sehatlah juga Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar-komentar