Nasi lele lalapan krispi seporsi dia habiskan sendiri. Alhamdulillah Salman makan lahap. Malam kemarin air leding mati, saya jadi malas mencuci bekas makan meski air tampungan ada. Air itu buat mandi dan cebok besok. Menurut informasi Intan Banjar, leding mati selama 10 jam. Jaga-jaga kalau matinya melebihi estimasi.
Selepas saya salat isya, kami menutup panggilan video dengan mama Salman yang ada di Rantau. Lalu tancap gas menuju warung bebek sinjay langganan dekat rumah.
Saya memesan lele goreng pakai krispi seporsi, segelas air es untuk saya, dan segelas es setrup untuk Salman. Sembari menunggu pesanan datang, Salman terus memperhatikan meja lesehan di belakang kami. Meja di mana ada sekeluarga makan.
Tentu saja yang diperhatikan Salman bukan orang-orangnya, melainkan layar ponsel yang menayangkan tontonan youtube. Saya tegur, tapi dia tetap duduk menghadap belakang.
"Salman mau nonton," pintanya.
"Salman masih istirahat nonton," tolak saya.
"Lamanyaaa."
Dia minta berulang kali sampai saya hampir menyerah. Saya buka youtube lalu mengetik 'kak nisa kinderflix' tanpa sepengetahuannya. Kemudian pesanan datang, saya urung membuka video kak nisa dan segera menyuapi Salman.
Air es saya rasanya aneh. Lantas saya meminta untuk ditambahkan setrup. Begitu sudah jadi es setrup, rasa anehnya masih ada. Salman pun bilang kalau es setrup dia rasanya pahit. Saya coba es setrup dia, dan benar, rasanya pun aneh. Saya menyesal sudah pesan minum 2 gelas. Mau diminum tapi rasanya aneh. Tak diminum tapi haus.
Salman hampir meludeskan lele beserta nasinya. Saya memesan seporsi lagi untuk makan di tempat. Namun saya mendadak mules begitu Salman selesai makan. Saya jadi punya alasan logis untuk kabur dari air aneh dengan bilang ke ibu penjual: Bungkus aja, ulun sakit perut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar-komentar