Pages

Selasa, 05 Juli 2011

Tulisanku Tentang Cinta

Maret 2011—aku lupa tanggal berapa, tapi aku ingat itu hari Jum’at—aku pernah menulis tentang apa itu cinta. Aku tulis saja apa yang ada dalam pikiranku. Mengalir. Apa yang terlintas langsung kutuliskan. Di tengah jalan jari-jariku terhenti menekan tuts-tuts keyboard laptop, aku kehabisan ide—tepatnya kehabisan kata-kata. Tapi, aku belum puas dengan apa yang kutuliskan itu. Aku merasa masih banyak yang ingin aku ungkapkan. Kusimpan sajalah dulu, nanti kusambung lagi. Eh, ternyata sampai di akhir bulan Juni tulisanku itu enggak kuteruskan lagi. Setelah kupikir-pikir, biar sajalah. Sulit juga ya mendefinisikan cinta, padahal cuma satu kata. Mungkin karenaa.. Aku mengutip dari judul salah satu novel favoritku, karya Indi, ya, “Karena Cinta Itu Sempurna.”

Berikut adalah tulisanku itu, “Tentang Cinta.”

Cinta? Aku bingung harus memulai cinta dari mana. Cinta, cinta, dan cinta. Cinta itu anugerah. Cinta tak dapat dilihat. Cinta cuma bisa dirasakan. Siapa yang tak tahu cinta? Semua orang juga tahu. Dari bocah ingusan sampai nenek ubanan juga tahu cinta. Banyak yang senyum sumringah karena cinta. Banyak juga yang menangis sambil menyalahkan cinta. Cinta tak salah. Yang salah hanya cara bagaimana memaknai cinta. Cinta itu sejuk. Cinta itu obat sang penyembuh luka. Bukan racun yang melukai. Karena cinta itu sempurna. Tak ada yang salah dengan cinta. Cinta tak butuh alasan. Cinta juga tak mengenal yang namanya lelah. Cinta selalu bekerja bagi siapa yang mempercayainya. Cinta penenang bagi penganutnya. Cinta itu menerima dengan sempurna. Bukan mencari yang sempurna. Kasihan sekali yang tidak punya cinta di hatinya. Cinta bisa di mana saja. Cinta bisa menghampiri siapa saja. Di jalan, sekolah, pasar, kampus, puskesmas, atau rumah sakit. Cinta bukan suatu ungkapan kata romantis. Cinta bukan barisan puisi. Tapi cinta merupakan tindakan. Cinta merupakan pengorbanan tanpa pamrih. Cinta itu memaafkan. Cinta bukan monopoli pujangga yang diungkapkannya melalui syair-syair yang mengalun syahdu. Semua berhak memiliki cinta. Aku, kamu, dan kalian. Semuanya tak terkecuali. Cinta itu mengikhlaskan. Cinta itu bebas. Cinta tidak mengekang. Cinta itu menjaga. Cinta itu melindungi. Cinta itu bersabar. Cinta itu tegas. Bukan pemarah. Cinta itu peduli. Cinta itu mengingatkan. Cinta adalah saling keterbukaan. Cinta tak pernah berbohong. Cinta selalu jujur. Cinta tak mendua. Tapi setia. Cinta tak egois.

Maulana Usaid
Banjarmasin
05/07/2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar-komentar