Pagi sore minum kopi leci. Sudah macam warung nasi padang saja saya hari ini. Saya berhasil membuat satu orang teman membeli kopi leci ini juga dan dia menyatakan suka ketika pertama kali meminumnya.
Seorang teman lagi menanyakan saya apa nama kopinya di menunya, yang saya jawab 'Iced Black Lychee'. Saya kira dia juga akan membelinya. Dengan begitu saya berhasil menjadi pemengaruh Kopi Leci dari Bean Alfamart. Setidaknya untuk dua orang.
Siang hari, saya dihubungi kurir Lion Parcel. Dia memastikan alamat pengantaran paket untuk saya. Saya sempat mengira ini adalah paket palsu karena tidak barang yang sedang saya tunggu kedatangannya. Lalu saya baca chat dari kurir, pengirim paket tertulis: ZIGGY.
Hah? Kenapa penulis buku 'Kita Pergi Hari Ini' itu mengirimi saya paket? Sungguh absurd, saya mendapat kiriman paket dari penulis terkenal. Tapi kenapa? Kok bisa?
Pasti ada alasannya. Saya menelusuri ingatan dengan membuka profil Ziggy di X (dulu namanya Twitter): @monamiCROISSANT. Setelah menggulir layar sampai bulan Maret, saya segera ingat kalau pernah ikut 'semacam kontes' yang diadakan Ziggy.
Barangsiapa yang turut serta menggambar ulang gambar 'Manusya Wortel' yang digambar Ziggy, maka berkesempatan mendapatkan buku Jakarta Sebelum Pagi bersampul warna putih merah muda itu. Dengan antusias saya menggambar 'Manusya Wortel' versi saya, lalu mengunggahnya di X. Namun sayang, gambar saya bukan yang menjadi pilihannya.
Ziggy memang baik, semua yang ikutan membuat 'Manusya Wortel' diberi hadiah hiburan fakezine/merch. Akhirnya saya mengingat kalau pernah mengirim email untuk mengklaim hadiah hiburan tersebut.
Menjelang sore hari saya berpura-pura jadi orang yang baru datang naik haji. Saya mengasih bingkisan berbentuk kakbah kepada teman pertama yang seruangan kerja dengan saya. Isinya kosong.
Kepada teman kedua, saya kasih bingkisan bergambar kakbah berisi seplastik klip kacang arab. Teman ketiga saya kasih seplastik klip 3 biji kurma.
Lalu ada satu teman lagi dari ruangan lain masuk, saya kasih sebotol kecil air zam-zam. Kepada mereka semua saya ungkap kalau saya baru datang naik haji furoda sembari meminta maaf karena memberi oleh-oleh seadanya.
Sungguh menyenangkan membual jadi haji ini. Lalu teman-teman seruangan mengamininya dengan menimpali bualan saya. Karena memang kepala saya saat ini sedang gundul semi sejak kemarin. Seperti orang yang baru datang haji pada umumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar-komentar